Isi Artikel Utama

Abstrak

Arsitektur tradisional Sunda telah lama menjadi warisan budaya yang berharga di Indonesia. Bangunan tradisional Sunda didasarkan pada prinsip-prinsip yang mempertimbangkan iklim tropis dan lingkungan setempat. Dalam jurnal ini, kami melakukan analisis penerapan arsitektur tropis pada bangunan tradisional Sunda dengan tujuan untuk memahami konsep desain yang digunakan dalam menciptakan bangunan yang nyaman dan berkelanjutan di lingkungan tropis. Penelitian ini menggunakan deskriptif metodologi, yang mencakup melakukan survei di lokasi untuk mengumpulkan data. Ini akan diperlukan untuk mengumpulkan data melalui pengamatan, wawancara, tinjauan sastra, dan dokumentasi. Kemudian, informasi itu diperiksa dengan kualitas. Hasil analisis kami menunjukkan bahwa arsitektur tropis pada bangunan tradisional Sunda sangat efektif dalam menciptakan kondisi interior yang nyaman dan memanfaatkan sumber daya alam dengan baik. Sistem ventilasi yang baik memungkinkan sirkulasi udara yang optimal, mengurangi kelembaban, dan menjaga suhu dalam bangunan tetap sejuk. Pencahayaan alami yang cermat dipertimbangkan dalam desain memberikan pencahayaan yang cukup tanpa meningkatkan panas di dalam bangunan.

Kata Kunci

Arsitektur Tropis Bangunan Tradisonal Sunda Interior

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Zaman, M. B., & Gustiawan, R. F. (2023). Analisis Penerapan Arsitektur Tropis pada Bangunan Tradisional Sunda. JIDAR: Jurnal Ilmiah Urban Desain Dan Arsitektur, 1(1), 14-19. Diambil dari https://jurnal.itg.ac.id/index.php/jidar/article/view/1336

Referensi

[1] H. Simbolon and I. N. Nasution, “Desain rumah tinggal yang ramah lingkungan untuk iklim tropis,” Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil, vol. 3, no. 1 JUNI, pp. 46–59, 2017.
[2] S. Rustiyanti, “Makna Yang Tersirat & tersurat dalam visualisasi bangunan rumah gadang di minangkabau,” Kearifan lokal dalam arsitektur dan lingkungan binaan, vol. 27, no. 28, p. 549, 2016.
[3] A. N. Ilham and A. S. SB, “Tlpologi Bangunan Rumah Tinggal Adat Sunda di Kampung Naga Jawa Barat (Building Typology of Sundanese Traditional Houses at Kampung Naga, West Java),” Tesa Arsitektur, vol. 10, no. 1, pp. 1–8, 2012.
[4] H. Anwar and H. A. Nugraha, Rumah Etnik Sunda. Griya Kreasi, 2013.
[5] A. P. Sulistiawan, M. A. A. Al-Ghifari, F. N. Fadlilah, G. M. Pakuan, and M. H. Zulfahmi, “Identifikasi Material Berkelanjutan Pada Ruang Luar Dan Ruang Dalam Bangunan Kantor,” Jurnal Arsitektur ZONASI, vol. 3, no. 1, 2020.
[6] F. Mustika and others, “City Hotel di Yogyakarta dengan Menekankan pada Desain Fasad yang Berkaitan pada Sistem Bangunan yang Efisien,” 2015.
[7] A. I. Ghassani, A. Y. Permana, and I. Susanti, “Konsep Ekowisata Dalam Perancangan Resort di Kabupaten Ciamis,” Jurnal Arsitektur TERRACOTTA, vol. 1, no. 1, 2019.
[8] R. A. Sitanggang, J. I. Kindangen, and L. Tondobala, “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kenyamanan Termal pada Bangunan Tipe Rumah Sederhana Studi Kasus: Perumahan Griya Paniki Indah di Manado,” Fraktal: Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains, vol. 6, no. 1, 2021.
[9] R. N. Yenita, Higiene industri. Deepublish, 2017.
[10] A. B. Arifah, M. S. Adhitama, and A. M. Nugroho, “Pengaruh bukaan terhadap kenyamanan termal pada ruang hunian rumah susun Aparna Surabaya,” Brawijaya University, 2017.
[11] D. Mulyono, “Analisis karakteristik curah hujan di wilayah Kabupaten Garut Selatan,” Jurnal Konstruksi, vol. 12, no. 1, 2014.
[12] D. R. Aprita and A. Anisa, “Arsitektur Tropis Pada Tata Ruang Dan Permukiman Di Kampung Pulo Garut,” Jurnal Arsitektur ZONASI, vol. 3, no. 3, pp. 413–421, 2020.