Isi Artikel Utama

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kritik arsitektur terhadap bangunan Amphiteather Situ Bagendit yang ditekankan melalui kritik defektif. Bangunan Amphiteather Situ Bagendit merupakan bangunan untuk pagelaran atau pertunjukan pentas seni drama, tari dan musik dan lain sebagainya yang terdapat di kawasan wisata Situ Bagendit. Bangunan Amphiteather Situ Bagendit sebagai landmark yang merupakan simbol pariwisata unggulan di kota Garut. Pembahasan kritik arsitektur dilakukan dengan melakukan penelusuran studi pustakan melalui jurnal terkait sebagai sumber referensi yang relefan. Data yang disajikan dalam penelitian ini berupa gambat dan teks. Kritik defiktif dalam arsitektur pada bangunan Amphiteather Situ Bagendit yaitu meliputi aspek statis yaitu meliputi berupa bentuk, bahan atau material dan tektur yang diaplikasikan pada bangunan. Aspek dinamis berupa jenis-jenis ruang, kondisi pada ruang dalam dan ruang luar bangunanserta pergerakan yang ada di dalam bangunan. Apek proses yang meliputi proses terbentuknya bentuk bangunan Aphiteather Situ Bagendit.

Kata Kunci

Kritik Defektif Arsitektur Amphiteather Situ Bagendit

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Hantari, A. N., & Banowati , R. (2023). Kritik Defiktif Arsitektur Pada Bangunan Amphiteather Situ Bagendit. JIDAR: Jurnal Ilmiah Urban Desain Dan Arsitektur, 1(1), 27-31. Diambil dari https://jurnal.itg.ac.id/index.php/jidar/article/view/1338

Referensi

[1] A. Carina, Marji and Khoirul Imam, "Konsep Desain Bangunan Rumah Tradisional Suku Bugis (Studi Kritik Arsitektur)," G-Tech : Jurnal Teknologi Terapan, pp. 610-617, 2023.
[2] D. Novianti, Andrea Emma Pravitasari and Sahara, "Analisis Perkembangan Wilayah Provinsi Jawa Barat Untuk Arahan Pembangunan Berbasis Wilayah Pengembangan," Jurnal Geografi, pp. 1-12, 2020.
[3] T. Septiana, Tinneke Hermina and Asep Saepuloh, "Analisis Faktor Revisit Intention di Objek Wisata Situ Bagendit Garut," Journal of Knowledge Management, pp. 037-047, 2020.
[4] W. Susilawati, Hani Siti Hanifah and Silfani Nur Meilindani, "Tourism Facilities dan Tourist Satisfaction pada Objek Wisata Situ Bagendit II Kabupaten Garut," Jurnal Wacana Ekonomi, pp. 072-081, 2022.
[5] S. Julya and Anastasia Maurina, "Structural and Arschitectural Function in Bamboo Construction of Taman Buah Mekarsari Amphiteather Building," Jurnal RISA (Riset Arsitektur), vol. 04, pp. 81-98, 2020.
[6] D. Aryani, Strategi Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan di Situ Bagendit Kabupeten Garut, Bandung: Universites Pendidikan Indonesia, 2021.
[7] Y. Elfira, Identifikasi Konsep Tradisional Aceh Pada Bangunan Pemerintah di Banda Aceh (Studi Kasus Kantor Gubernur Aceh), Banda Aceh : Universitas Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, 2022.
[8] C. D. F. Widi and Luthfi Prayogi, "Penerapan Arsitektur Neo-Vernakular Pada Bangunan Fasilitas Budaya dan Hiburan," Jurnal Arsitektur ZONASI, vol. 3, pp. 382-390, 2020.
[9] S. Q. Ramadhani and Mukhlishah Sam, "Kriteria Kritik Karya ArsitekturPada Café Anhour di Makassar," Jurnal Ilmiah DeSciArs, vol. 2, pp. 27-37, 2022.
[10] K. M. Hafidh, Peningkatan Kualitas Seni Pertunjukan Dengan Pendekatan Arsitektur Sense, Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 2018.
[11] F. Aulia, "Studoku," Universitas Gunadarma, [Online]. Available: https://www.studocu.com/. [Accessed 27 Mei 2023].
[12] N. E. Rahmi and Wahyu Utami, "Perancangan Art Center Dengan Pendekatan Olah Desain Arsitektur Pusaka di Kawasan Bersejarah Kota Medan," Jurnal Arsitektur KOLABORASI, vol. 3, pp. 37-47, 2023.