Main Article Content

Abstract

Castable disebut juga sebagai semen refraktori, jenis limbah dari refraktori mengeras pada suhu kamar yang mempunyai komposisi grog dan bahan pengikat kimia, berdasarkan latar belakang tersebut penulis tertarik mengembangkan pengaruh bahan castable sebagai bahan tambah semen dalam campuran beton yang dibakar pada suhu 300℃ selama 2 jam maupun beton tanpa dibakar. serta mutu beton yang direncanakan menggunakan fc’ 20 MPa dengan masing-masing mutu, untuk mengetahui kadar castable optimum yang dapat menghasilkan kuat tekan maksimum pada beton yang dibakar pada suhu 300℃ selama 2 jarn dan beton tanpa dibakar. Hasil dari penelitian ini yaitu Castable c-18 tidak memiliki pengaruh perkuatan untuk dijadikan sebagai bahan campuran beton, castable membuat penurunan kuat tekan beton seiring bertambahnya variasi campuran pada beton baik dalam perlakuan di bakar atau tidak. Nilai kuat tekan beton normal rata-rata adalah 12,538 Mpa (dibakar) dan 16,308 Mpa (tidak dibakar) sedangkan untuk castable c-18 15% yaitu 10,65 Mpa (dibakar), 13,57 Mpa (tidak dibakar) dan castable c-18 20% yaitu 7,17 Mpa (dibakar), 11,78 Mpa(tidak dibakar), presentase campuran beton dengan tambahan castable c18 yang memilik nilai kuat tekan beton tertinggi adalah campuran beton dengan Castable c18 15 % yaitu 10,65 Mpa (dibakar) dan 13,57 Mpa (tidak dibakar).

Keywords

Beton Castable C18 Kuat Tekan

Article Details

How to Cite
[1]
E. Zulkarnaen and E. Walujodjati, “Pengaruh Bahan Tambah Castable C-18 Terhadap Mutu Beton”, Jurnal Konstruksi, vol. 20, no. 1, pp. 73-84, May 2022.

References

[1] R. R. Fauzi and G. J. Johari, “Identifikasi dan Penilaian Risiko Pada Proyek Pembangunan Stasiun Garut-Cibatu,” no. 1, pp. 1–10.
[2] A. Setyowati, “Jurnal BENTANG Vol.1 no.1 Januari 2013,” vol. 1, no. 1, 2013.
[3] A. Maryoto, “Pengaruh Penggunaan High Volume Fly Ash Pada Kuat Tekan Mortar,” J. Tek. Sipil dan Perenc., vol. 10, no. 2, pp. 103–114, 2009, doi: 10.15294/jtsp.v10i2.6951.
[4] Purnomo Pranggono, “jurnal -pencegahan-kerusakan-dini-beton-tahan-ap.pdf.” .
[5] A. A, “Kajian Kuat Tekan Beton Normal Menggunakan Standar Sni 7656-2012 Dan Astm C 136-06,” Rang Tek. J., vol. 1, no. 2, 2018, doi: 10.31869/rtj.v1i2.760.
[6] K. LINCOLEN, “Pengaruh Abu Terbang Sebagai Bahan Pengganti Semen Pada Beton Beragregat Halus Bottom Ash,” Kevin Lincolen, Fak. Tek. Univ. Lampung, p. 78, 2017.
[7] B. S. N. SNI 1969, “Cara uji berat jenis dan penyerapan air agregat kasar,” Badan Standar Nas. Indones., p. 20, 2008.
[8] Firdausia, “BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Beton Beton merupakan campuran semen,” Anal. Mutu Dan Biaya Bet., pp. 5–29, 2017.
[9] E. G. Nawy, “Beton Bertulang Suatu Pendekatan Mendasar (diterjemahkan oleh Bambang Suryoatmono),” Eresco, Bandung, 1990.
[10] J. C. Gomez-Vidal and E. Morton, “Castable cements to prevent corrosion of metals in molten salts,” Sol. Energy Mater. Sol. Cells, vol. 153, pp. 44–51, 2016, doi: 10.1016/j.solmat.2016.04.009.
[11] SNI 2493-2011, “Tata Cara Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium,” Badan Standar Nas. Indones., p. 23, 2011.
[12] E. Wahyuni and R. Anggraini, “Pengaruh Perbedaan Proses Pendinginan Terhadap,” vol. 4, no. 1, pp. 1–9, 2010.
[13] SNI 7656-2012, “SNI 7656-2012 Tata Cara Pemilihan Campuran untuk Beton Normal,” Tata cara pemilihan campuran Bet. Norm., p. 48, 2012.