Main Article Content

Abstract

Pasir merupakan suatu partikel-parikel yang lebih kecil dari kerikil dan lebih besar dari butiran lempung yang berukuran 5-0,074 mm yang bersifat tidak plastis dan tidak kohesi. Pasir digunakan untuk campuran pembuatan batu bata merah. Bata merah merupakan bahan bangunan yang sering digunakan untuk pembangunan perumahan. Memilih bata merah untuk dinding sangat beralasan karena bata merah memiliki keunggulan yaitu, bahan utamanya terbuat dari tanah yang tersedia tetapi tidak semua tanah bisa dibuat menjadi bata merah karena akan mempengaruhi kualitas bata merah tersebut. Bata merah sangat bagus untuk dinding rumah karena tidak menyerap sinar matahari pada jaman sekarang permintaan bata merah sangat meningkat karena banyaknya pembangunan perumahan yang begitu meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tambahan pasir sebagai bahan campuran dan lama waktu pembakaran batu bata terhadap sifat mekanik ditinjau dari uji porositas, susut bakar, dan kuat tekan serta untuk mengetahui persentasi penambahan pasir unuk campuran batu bata dan mengetahui lamanya pembakaran yang baik. Penelitian ini menggunakan sampel batu bata yang berukuran panjang 20,5 cm, lebar 10,5 cm dan tebal 5,5 cm. variasi komposisi pasir sungai yang ditambahkan adalah 0 %,20% dan 40%. Pembuatan batu bata dilakukan dengan menggunakan mesin semi manual pencetak batu bata yang terlebih dahulu bahan-bahannya sudah dicampurkan, pengeringan batu bata selama 7 hari dari pembuatan batu bata dan pembakaran selama 24 jam atau lebih tergantung banyaknya batu bata yang dibakar. Penambahan pasir dengan persentase 20% ,40 % dapat mempengaruhi sifat mekanik batu bata menurunkan porositas, susut bakar dan kuat tekan. Lama pembakaran juga berpengaruh terhadap mekanik batu bata, berdasarkan hasil pengujian nilai porositas campuran 20% kurang dari ketentuan dalam SNI 15-2094-2000 dan memiliki nilai susut bakar mendekati 2,5% dari yang diinginkan terjadi penyusutan yang begitu banyak.

Keywords

Bata Merah Kuat Tekan Pasir Pembakaran Porositas Susut Bakar

Article Details

How to Cite
[1]
Daniswara and E. Walujodjati, “Pengaruh Campuran Pasir Terhadap Batu Bata Merah”, Jurnal Konstruksi, vol. 20, no. 1, pp. 95-102, Jun. 2022.

References

[1] S. S. S-02-1989-F, “Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A,” Bandung: Yayasan Lembaga Masalah Bangunan, 1989.
[2] NI-00210-1978, “Bata Merah Sebagai Bahan Bangunan,” Bandung: Yayasan Lembaga Masalah Bangunan, 1978.
[3] Elhusna, “Perbaikan Performa Bata Merah Pejal Kota Bengkulu dengan Memperbesar Ukuran Cetakan Mengantisipasi Penyusutan,” Artikel, vol. 6, 2014.
[4] SNI 15-2094-2000, “Bata Merah Pejal Untuk Pasangan Dinding,” Sni 15-2094-2000. pp. 11–22, 2000.
[5] SII-0021-1978, “Mutu dan Bata Merah Pejal,” Bandung: Yayasan Lembaga Masalah Bangunan, 1978.
[6] Y. M. V. Hartono, “Bahan Mentah Untuk Membuat Kramik,” Bandung: Departemen Perindustrian, 1978.
[7] Suwardono, Pebuatan Bata, Genteng Berglasir, Cetakan I. Bandung: Y Rama Widia, 2002.
[8] S. D. & Poiman, Bahan - Bahan Bangunan. Jakarta: STAM, 1954.
[9] SNI 03-6825-2002, “Metode pengujian kekuatan tekan mortar semen Portland untuk pekerjaan sipil,” Bandung Badan Stand. Indones., pp. 1–9, 2002.
[10] S. Juriyah, “Kualitas Bata Merah dengan Bahan Campuran Pasir Besi dari Pantai Bonton,” UNNES, 2002.
[11] A. Munandar, “Kerusakan dan Pelapukan Material Bata,” Balai Konservasi Peninggalan Borobudur, 2010.
[12] U. 691.421., Lembaran Informasi Bata Merah, Cetakan Pe. Bandung, 1974.
[13] Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta, 2007.
[14] SII-0021-78, “Pengujian Kuat Tekan,” 1978.