Main Article Content

Abstract

Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 3-Induk, merupakan Tol yang terintegritas dengan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan Tol Purbaleunyi di Sadang Purwakarta. Pengerjaan Jembatan menggunakan box girder sebagai gelagar utama Jembatan dengan metode kontruksi balance cantilever dan pengecorannya menggunakan cast in-situ pada Traveler Form. sehingga diperlukan analisis kapasitas box girder jembatan tersebut. Metode Penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode pendekatan secara kuantitatif. Aspek-aspek peraturan yang dipakai dalam perencanaan struktur jembatan beton mengunakan SNI 1725-2016 (Standar Pembebanan untuk Jembatan), dan RSNI T-12-2004 (Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan). Setelah dilakukan analisis ada beberapa kesimpulan yang diperoleh yaitu, Gaya prategang awal sebesar Pt = 150770,11 kN dengan Kehilangan prategang (Loss of Prestress) box girder diperkirakan 30 % dan total kehilangan prategang pada masing-masing box girder adalah: Box girder H = 5,620 m sebasar 16,583 %, Box girder H = 4,144 m sebesar 17,530 %, Box girder H = 3,034 m sebesar 18,588 %. Untuk kapasitas momen ultimate (Muk) = 981110,9928 kNm > momen ultimate akibat beban (Mn) = 968729,168 kNm, sehingga kontrol kapasitas momen dianggap sudah memenuhi. Lendutan maksimum yang diijinkan adalah δ = 0,5 m, sedangkan total lendutan yang diperoleh adalah δT = 0,0485 m (↓), apabila melalui program analisis struktur diperoleh lendutan sebesar δ = 0,004216 m, sehingga lendutan dinyatakan telah memenuhi persyaratan yang telah di tetapkan. Untuk analisis berikutnya dapat dilakukan analisis struktur bawah jembatan.

Keywords

Beton Prategang Box girder Jembatan Citarum Kapasitas Momen Lendutan

Article Details

How to Cite
[1]
E. Walujodjati and Eka Cahya Gumilar, “Analisis Kapasitas Box Girder pada Jembatan ”, Jurnal Konstruksi, vol. 20, no. 1, pp. 126-138, Jun. 2022.

References

[1] P. J. M. Japek Selatan, “PT. Jasa Marga Japek Selatan Pengumuman Pelelangan Umum dengan Pra Kualifikasi,” Jakarta, 2018.
[2] B. Supriyadi and A. S. Muntohar, Jembatan, Ke-1. Yogyakarta, 2007.
[3] W. Kosim and F. X. Supartono, “Analisis Jembatan Beton Prategang Box Girder dengan Metode Balance Cantilaver,” vol. 3, no. 2, 2020.
[4] J. Ongkosurya and F. Supartono, “Analisis Struktur Jembata Box Girder dengan Penampang Kurva Parabolik Single Cell,” vol. 2, no. 3, pp. 255–264, 2019.
[5] E. G. Nawy, Beton Prategang: Suatu Pendekatan Mendasar, Ke-3. Jakarta: Erlangga, 2001.
[6] N. Iqbaliah, Roestaman, and E. Walujodjati, “Analisis Nilai Kapasitas Beton Prategang Tipe-I Jembatan Cimanuk Maktal,” no. 1, pp. 11–21, 2021.
[7] T. Y. Lin and H. Burns, “Desain Struktur Beton Prategang,” 1988.
[8] M. S. El Faid, “Perencanaan Ulang Jembatan Curahmalang Jember Menggunakan Box Girder Pratekan,” 2019.
[9] Direktorat Jenderal Bina Marga, “Manual Perencanaan Struktur Beton Pratekan Untuk Jembatan.” 2011.
[10] Badan Standarisasi Nasional RSNI T-12-2004, “Perencanaan struktur beton untuk jembatan,” 2004.
[11] S. N. Indonesia and B. S. Nasional, “Pembebanan untuk jembatan,” 2016.
[12] S. R. Rizkia, “Analisis Perbandingan Kehilangan Prategang akibat Metode Stressing Satu Arah dan Dua Arah pada Jembatan Beton Prategang,” vol. 5, no. 3, pp. 1–12, 2017.