Isi Artikel Utama

Abstrak

Masjid Gedhe Mataram merupakan masjid tertua di kota Yogyakarta yang berada di selatan pasar kotagede, Masjid Gedhe Mataram ini menjadi masjid utama pada masa Kerajaan Mataram dan memiliki gaya arsitektur yang unik yaitu dengan adanya perpaduan antara Arsitektur Hindu-Budha, Jawa dan Islam. Hingga saat ini Masjid Gedhe Mataram masih mempertahankan gaya Arsitekturnya karena merupakan peninggalan yang bersejarah. Penggunaan struktur dan material pada interior masjid yang lebih dominan menggunakan bahan material alami salah satunya penggunaan kayu, dengan lebih dominannya penggunaan bahan material alami tersebuat menjadi daya tarik untuk di kaji apakah masjid tersebut dari segi akustiknya memenuhi standar yang berlaku atau tidak. Metode penelitian dilakukan dengan observasi lapangan, studi literatur, dan pengujian dengan menggunakan aplikasi CATT. Observasi lapangan bertujuan untuk mengumpulkan data fisik objek penelitian (Masjid Gedhe Mataram). Studi literatur bertujuan untuk mengumpulkan data tentang objek penelitian, dan teori-teori akustika pada bangunan masjid. Pengujian dengan software CATT bertujuan untuk mengetahui kualitas awal pada bangunan masjid, dan kualitas akustika hasil rekomendasi desain. Hasil eksisting yang didapatkan dengan melakukan simulasi menggunakan CATT terdapat kelebihan waktu dengung. Tingkat dengung standar akustik tempat ibadah adalah 0.7 – 1.1 sedangkan pada masjid Gedhe Mataram memiliki dengung mencapai 1.4 dan bentuk rekomendasi yang kami sarankan supaya waktu dengung akustiknya sesuai dengan standar yaitu dengan cara ditambahkan lapisan plafon pada interior ruang masjid gedhe mataram  nya, dengan di tambah lapisan plafon nya waktu dengung menjadi 0.7 – 0.9 sehingga masuk dengan standar akustika yang berlaku.

Kata Kunci

Akustika Masjid Masjid Gedhe Matara Kotagede

Rincian Artikel

Cara Mengutip
[1]
M. B. Zaman dan T. M. Azima, “Uji Kualitas Akustika Masjid Gedhe Mataram di Kotagede Yogyakarta Terhadap Konstruksi Bangunan Masjid”, Jurnal Konstruksi, vol. 20, no. 2, hlm. 355-365, Des 2022.

Referensi

[1] E. Setyowati, G. Hardiman, and T. Woro Murtini, “Akulturasi Budaya pada Bangunan Masjid Gedhe Mataram Yogyakarta,” 2017.
[2] M. F. Shodiq, “Simbol Toleransi Beragama Pada Masjid-Masjid Kuno Di Jawa (Studi Kasus di Masjid Gede Mataram dan Masjid Laweyan),” International Conference on Cultures & Languages (ICCL), vol. 1, no. 1, pp. 1001–1020, Nov. 2022, Accessed: Dec. 19, 2022. [Online]. Available: https://ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/iccl/article/view/5818
[3] R. (Ruly) Pujantara, “Karakteristik Ruang pada Rancangan Arsitektur dengan Konsep Superimposisi dan Hibrid dalam Teori Function Follow Form,” Forum Bangunan, vol. 12, no. 1, pp. 18–25, 2014, Accessed: Dec. 19, 2022. [Online]. Available: https://www.neliti.com/publications/242029/
[4] N. R. Syamsiyah, S. S. Utami, and A. Dharoko, “Kualitas Akustik Ruang pada Masjid Berkarakter Opening Wall Design (Studi Kasus: Masjid Al Qomar Purwosari Surakarta),” 2014, Accessed: Dec. 19, 2022. [Online]. Available: http://publikasiilmiah.ums.ac.id/handle/11617/5399
[5] “Perbedaan Pendekatan Kuantitatif Dengan Pendekatan Kualitatif Dalam Metode Penelitian | Musianto | Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan (Journal of Management and Entrepreneurship).” http://203.189.121.7/~puslit2_ejournal/ejournal/index.php/man/article/view/15628 (accessed Dec. 19, 2022).
[6] H. Sutanto, “Prinsip-prinsip AKUSTIK dalam ARSITETUR,” 2015, Accessed: Dec. 19, 2022. [Online]. Available: www.kanisiusmedia.com
[7] M. N. (Muhammad) Massikki, “Desain Akustik Ruang Sholat Masjid Agung Darussalam Palu,” Ruang: Jurnal Arsitektur, vol. 3, no. 1, p. 221028, 2011, Accessed: Dec. 19, 2022. [Online]. Available: https://www.neliti.com/publications/221028/
[8] S. Amaliyah Mustafa Kamal, M. Taufik Ishak, J. Poros Malino km, K. Gowa, and S. Selatan, “Waktu Dengung Ruang Ibadah Masjid Besar Al-Abrar Makassar,” Jurnal Penelitian Enjiniring, vol. 25, no. 1, pp. 21–29, Jan. 2021, doi: 10.25042/JPE.052021.02.
[9] U. Islam, N. Sunan, and K. Yogyakarta, “Eksistensi Masjid Di Era Rasulullah Dan Era Millenial,” TASÂMUH, vol. 17, no. 1, pp. 245–264, Dec. 2019, doi: 10.20414/TASAMUH.V17I1.1218.
[10] M. Mulyadi, N. Nurhidayati, N. N. Alimin, and A. Faizin, “Perawatan Interior Masjid dan Mushala,” Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 5, no. 1, pp. 74–88, Apr. 2021, doi: 10.33061/AWPM.V5I1.4623.
[11] A. Kusumawanto and M. Program Magister Arsitektur, “Rekayasa Matarial Akustik Ruang Dalam Desain Bangunan : Studi Kasus Rumah Tinggal Sekitar Bandara Adisutjipto Yogyakarta,” Forum Teknik, vol. 34, no. 1, Jan. 2011, Accessed: Dec. 19, 2022. [Online]. Available: https://journal.ugm.ac.id/mft/article/view/1831
[12] E. Setiyowati and N. N. E. J. Arsitektur, “Nilai Kualitas Akustik Ruang Pada Masjid-Masjid Di Daerah Permukiman Dengan Bentuk Plafon Yang Berbeda”.