Isi Artikel Utama

Abstrak

Cangkang kulit kemiri memiliki sifat keras dan ringan, sehingga dari itu sangatlah berpotensi memperoleh berat struktur beton yang lebih ringan akan tetapi bermutu besar dengan metode mengganti sebagian ataupun menambah agregat kasar dengan cangkang kemiri. Pada penelitian ini cangkang kulit kemiri digunakan sebagai pengganti agregat kasar pada campuran beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanik (kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lendutan) beton dengan adanya penambahan limbah cangkang kemiri dan superplasticizer. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Jumlah bahan cangkang kulit kemiri yang digunakan yaitu substitusi terhadap volume agregat kasar sebesar 15%, 30% dan 45%. Sampel yang dibuat pada penelitian ini ada dua jenis ukuran sampel diantaranya sampel berbentuk silinder dengan ukuran diameter 15cm tinggi 30 cm, dan balok dengan ukuran 10 cm x 15 cm x 60 cm. Sampel-sampel tersebut dibuat untuk pengujian terhadap kuat tekan beton, kuat tarik belah beton dan kuat lendutan beton. Beton dengan bahan substitusi cangkang kulit kemiri diharapkan mencapai target rencana kuat tekan sebesar 20 MPa. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lendutan beton didapat nilai rata-rata pada setiap variasi. Campuran 1 (0%) nilai kuat tekan rata-rata sebesar 25.68 MPa, kuat tarik belah rata-rata 2.11 MPa, kuat lendutan 2.85 MPa. Campuran 2 (15%) nilai kuat tekan sebesar 20.28 MPa, kuat tarik belah 1.55 MPa, kuat lendutan 1.49 MPa. Campuran 3 (30%) nilai kuat tekan sebesar 16.64 MPa, kuat tarik belah 1.41 MPa, kuat lendutan 1.24 MPa dan untuk Campuran 4 (45%) nilai kuat tekan sebesar 12.96 MPa, kuat tarik belah   1.25 MPa, kuat lendutan 1.00 MPa.

Kata Kunci

Beton Cangkang Kulit Kemiri Kuat Lendutan Beton Kuat Tarik Belah Beton Kuat Tekan Beton Substitusi Agregat Kasar

Rincian Artikel

Cara Mengutip
[1]
A. Dahlan, D. Yogaswara, dan R. Febrijanto, “Studi Efektivitas Penambahan Cangkang Kemiri dan Superlasticizer pada Sifat Mekanik Beton”, Jurnal Konstruksi, vol. 21, no. 2, hlm. 257-264, Okt 2023.

Referensi

[1] M. Cormac, Design of Reinforced Concrete (terjemahan), 15th ed. Jakarta: Erlangga, 2003.
[2] E. G. Nawy, “Reinforcement Concrete a Fundamental Approach.” Preintice Hall, Upper Saddle River, New Jersey, 1996.
[3] L. J. Murdock and K. M. Brook, “Bahan dan Praktek Beton, ed. ke-5,” Stephanus Hindarko, penerjemah. Jakarta: Erlangga, 1991.
[4] V. M. Malhotra and P. K. Mehta, “High Performance, High-Vo lume Fly Ash Concrete: materials,mixture proportioning, properties, constructionpractice, and case histories.,” Supl. Cem. Mater. Sustain. Dev. Inc, 2005.
[5] M. Sumajouw, D, J and S. Dapas, O, Elemen Struktur Beton Bertulang Geopolymer. Yogyakarta: Andi, 2013.
[6] M. Hudori and I. Wijaya, “Desain rancangan percobaan pada pengujian kuat tekan beton berbahan campuran cangkang kemiri,” J. Rab Constr. Res., vol. 4, no. 1, p. 12, 2019.
[7] A. Adman and Mulyati, “Pengaruh Penambahan Cangkang Kemiri dan Sikacim Concrete Additive terhadap Kuat Tekan Beton Normal,” J. Tek. Sipil Inst. Teknol. Padang, vol. 6, no. 2, pp. 38–45, 2019.
[8] E. Erniati, S. Selpedi, A. Upe, and E. Erdawaty, “Pengaruh Cangkang Kemiri Sebagai Pengganti Agregat Kasar Terhadap Sifat Mekanik Beton,” J. Techno Entrep. Acta, vol. 2, no. 2, p. 103, 2017.
[9] S. Zuraidah, B. Hastono, and M. Jehabut, “Pemanfaatan Limbah Cangkang Kemiri Sebagai Substitusi Agregat Kasar Pada Beton,” Ge-STRAM J. Perenc. dan Rekayasa Sipil, vol. 5, no. 2, pp. 93–98, 2022.
[10] H. Sutanto, F. N. Abdi, and R. A. Kesuma, “Pemanfaatan Cangkang Kemiri Aleurites Moluccana (Candlenut) Sebagai Agregat Kasar Terhadap Kuat Tekan Beton Ringan,” Teknol. Sipil J. Ilmu Pengetah. dan Teknol., vol. 5, no. 1, pp. 44–54, 2021.
[11] S. Rukzon and P. Chindaprasirt, “Development of classified fly ash as a pozzolanic material,” J. Appl. Sci., vol. 8, no. 6, pp. 1097–1102, 2008.
[12] S. Maiti and R. K. Agarwal, “Concrete and It’s Quality,” Indian Concr. J., 2019.
[13] R. Prastiyo, “Tinjauan Karakteristik Beton Mutu Tinggi Dengan Ukuran Maksimum Agregat Kasar 20 mm.” Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2023.
[14] Y. I. Mahendra, “Modifikasi Beton Dengan Fly Ash Dan Arang Batok Kelapa Sebagai Pengganti Sebagian Semen Dan Pasir.” Universitas Kadiri, 2020.
[15] K. Tjokrodimuljo, “Teknologi Beton Yogyakarta: Biro PenerbitKeluarga Mahasiswa Teknik Sipil,” Univ. Gadjah Mada, 1996.
[16] B. S. Nasional, “Cara Uji Slump Beton,” 2008.
[17] B. S. Nasional, “Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder,” 2011.