Isi Artikel Utama

Abstrak

Limbah lumpur penyamakan kulit merupakan limbah padat yang dihasilkan oleh industri penyamakan kulit. Limbah ini termasuk limbah B3 karena dapat menyebabkan gatal pada kulit, gangguan kesehatan, dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Akan tetapi, limbah ini juga mengandung senyawa yang sama dengan semen yaitu besi dan aluminium sehingga dapat digunakan sebagai bahan substitusi pada tanah lempung dengan tujuan untuk meningkatkan daya dukung tanah. Tanah lempung termasuk ke dalam tanah yang kurang baik apabila akan dijadikan sebagai dasar dari suatu konstruksi. Maka dari itu dilakukan penelitian mengenai sifat fisis tanah lempung dengan campuran limbah lumpur penyamakan kulit. Metode yang dilakukan yaitu eksperimental di mana dilakukan pengujian sifat fisis tanah lempung yang terdiri dari kadar air, berat isi, berat jenis, analisis saringan, dan batas Atterberg ditambah campuran limbah lumpur penyamakan kulit dengan proporsi 0%, 25%, 50%, dan 75% terhadap berat tanah. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa tanah lempung dengan tambahan limbah lumpur penyamakan menghasilkan penurunan kadar air; kenaikan berat isi dan berat jenis; proporsi butiran halus berkurang dan butiran kasar bertambah; serta kenaikan indeks plastisitas.

Kata Kunci

Limbah lumpur penyamakan kulit Semen Sifat fisis tanah Tanah lempung

Rincian Artikel

Cara Mengutip
[1]
A. Zhafirah dan A. F. Putri, “Pengaruh Penambahan Limbah Lumpur Penyamakan Kulit pada Sifat Fisis Tanah Lempung”, Jurnal Konstruksi, vol. 22, no. 1, Mei 2024.

Referensi

[1] Muttaqien and Muhammad Rizki, “Dampak Sentra Industri Kulit Sukaregang Terhadap Kondisi Ekonomi Dan Lingkungan Masyarakat Kawasan Sukaregang (Studi Di Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut),” Universitas Brawijaya, Malang, 2018.
[2] Zaenab, “Industri Penyamakan Kulit dan Dampaknya Terhadap Lingkungan,” 2018.
[3] S. Wiryodiningrat, “Pemanfaatan limbah lumpur padat dari industri penyamakan kulit untuk pembuatan bata beton pejal,” 2010.
[4] Sri Sutyasmi, Ignatius Sunaryo, Hadi Mustafa, and Jaka Susila, “Pemanfaatan lumpur limbah industri penyamakan kulit untuk kompos dan pengaruhnya terhadap kandungan krom dalam tanaman uji (jagung dan sawi),” Maj. Kulit, Karet dan Plast., vol. 1, 2004.
[5] W. A. Prawesthi and L. P. Santosa, “The 3 rd International Conference on Coastal and Delta Areas-PROCEEDINGS 549 ICCDA#3 Problem, Solution and Development of Coastal and Delta Areas Stabilization of the Shear Strength of Clay Soil with Limestone Powder.”
[6] J. Widjajakusuma and H. Winata, “Influence of Rice Husk Ash and Clay in Stabilization of Silty Soils Using Cement,” in MATEC Web of Conferences, EDP Sciences, Dec. 2017. doi: 10.1051/matecconf/201713804004.
[7] B. V. Venkatarama Reddy and M. S. Latha, “Retrieving clay minerals from stabilised soil compacts,” Appl. Clay Sci., vol. 101, pp. 362–368, Nov. 2014.
[8] M. Rifqi Abdurrozak and D. Nurfathiyah Mufti, “STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN BAHAN TAMBAH ABU SEKAM PADI DAN KAPUR PADA SUBGRADE PERKERASAN JALAN,” J. Tek., vol. XXII, no. 2, 2017.
[9] V. Ananda Upa’ and N. Hakim, “Analisis Kekuatan dan Stabilitas Tanah Lempung Organik Artifisial Untuk Perencanaan Jalan dengan Beban Lalu Lintas Tinggi,” 2019.
[10] S. Pourakbar, A. Asadi, B. B. K. Huat, and M. H. Fasihnikoutalab, “Stabilization of clayey soil using ultrafine palm oil fuel ash (POFA) and cement,” Transp. Geotech., vol. 3, pp. 24–35, Jun. 2015.
[11] R. K. Sharma, “Laboratory study on stabilization of clayey soil with cement kiln dust and fiber,” Geotechnical and Geological Engineering., May 03, 2017.
[12] J. Malaiškiene, O. Kizinieviĉ, and V. Kizinieviĉ, “A study on tannery sludge as a raw material for cement mortar,” Materials (Basel)., vol. 12, no. 9, 2019, doi: 10.3390/ma12091562.
[13] “Retraction: Appraisal of Green Construction Material by Optimizing the Strength of Tannery Sludge Concrete (IOP Conf. Ser.: Mater. Sci. Eng. 1145 012003),” IOP Conf. Ser. Mater. Sci. Eng., vol. 1145, no. 1, p. 012122, Apr. 2021, doi: 10.1088/1757-899x/1145/1/012122.
[14] S. Chen, Y. Liu, Y. Bie, P. Duan, and L. Wang, “Multi-scale performance study of concrete with recycled aggregate from tannery sludge,” Case Stud. Constr. Mater., vol. 17, Dec. 2022, doi: 10.1016/j.cscm.2022.e01698.
[15] A. Zhafirah and A. Yuliandi, “Kualitas Bata Beton (Paving Block) dengan Limbah Lumpur Penyamakan Kulit sebagai Pengganti Semen.” [Online]. Available: https://jurnal.itg.ac.id/
[16] F. Dwitya and A. Dasa Putra, “Pengaruh Penambahan Semen pada Tanah Lempung terhadap Parameter Konsolidasi dan Kecepatan Penurunan,” 2021.
[17] K. Permeabilitas yang Dipengaruhi Campuran Semen Berdasarkan, S. Indira Adhi Ariana, and A. Syah, “Hubungan Sifat-Sifat Fisik Tanah dan Aktivitas Tanah Terhadap Nilai,” 2021.
[18] M. Ali and S. Satibi, “PENGARUH PENAMBAHAN SEMEN TERHADAP KUAT GESER LEMPUNG SEBELUM dan SESUDAH PENJENUHAN,” 2015.
[19] B. Widodo, Purwantini, Karyanto, and M. Sudarmono, “Pengaruh Campuran Pasir dan Semen,” ResearchGate, 2022.
[20] T. Mulyono, “Program Studi D3 Transportasi Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta Plastisitas dan Struktur Tanah,” FT-UNJ, 2017.