Isi Artikel Utama

Abstrak

Untuk menahan gaya gempa pada daerah rawan gempa khususnya pada kategori desain seismik 4,5,6 menurut SNI 1726:2019 maka terdapat suatu perhitungan yang dinamakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep bangunan tahan gempa, merencanakan struktur beton bertulang sesuai prinsip SRPMK dan mengetahui pemenuhan dari kaidah Strong Column Weak Beam dimana kolom di desain lebih kuat daripada balok. Studi kasus dilakukan pada bangunan KORPRI Kabupaten Garut dengan menggunakan respons spectrum Kabupaten Garut, gedung ini berfungsi sebagai sekertariat dewan pengurus KORPRI kabupaten, juga sebagai penyelenggara pelayanan administrasi umum. Analisa dilakukan dengan mengetahui respons spectrum, modeling, memasukan pembebanan, kombinasi beban. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa untuk memenuhi Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus pada gedung KORPRI Kabupaten Garut dibutuhkan balok dengan dimensi 350 x 500 mm dan dimensi kolom 400 x 400 mm dan dipasang tulangan sesuai ketentuan SRPMK yang terdapat pada SNI 2847:2019. Perhitungan tersebut juga sudah termasuk pemenuhan kaidah Strong Column Weak Beam, hal tersebut berkaitan dengan perhitungan pemenuhan rumus SCWB pada SNI 2847:2019

Kata Kunci

– Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus Struktur Gaya gempa Beton bertulang

Rincian Artikel

Cara Mengutip
[1]
N. Abdul Chalid dan E. Walujodjati, “Evaluasi Struktur Beton Bertulang Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus Pada Gedung KORPRI Kab. Garut”, Jurnal Konstruksi, vol. 22, no. 1, Mei 2024.

Referensi

[1] P. Hirel, K. Servie, O. Dapas, and R. Pandaleke, ‘PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS’, Jurnal Sipil Statik, vol. 6, no. Juni, pp. 361–372, 2018.
[2] BMKG, ‘Pengetahuan Gempa Bumi’, http://inatews2.bmkg.go.id/new/tentang_eq.php. Accessed: Aug. 07, 2023. [Online]. Available: https://balai3.denpasar.bmkg.go.id/tentang-gempa
[3] Badan Standarisasi Nasional, ‘SNI 1726:2019 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan nongedung’. 2019.
[4] Badan Standarisasi Nasional, ‘SNI 1727:2020 Beban desain minimum dan kriteria terkait untuk bangunan gedung dan struktur lain’. 2020.
[5] Badan Standarisasi Nasional, ‘SNI 2847:2019 Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung dan penjelasan’. 2019.
[6] R. Laily, M. D. J. Sumajouw, and S. E. Wallah, ‘PERENCANAAN GEDUNG TRAINING CENTER KONSTRUKSI BETON BERTULANG 4 LANTAI DI KOTA MANADO’, Jurnal Sipil Statik, vol. 7, no. 8, pp. 1095–1106, 2019.
[7] K. Nuraga et al., ‘Analisis Daktilitas Struktur Gedung Rangka Beton Bertulang Dengan Metode Analisis Pushover (Studi: Gedung Tugu Reasuransi Indonesia Jakarta )’, 2021.
[8] B. Mahendrayu and W. Kartini, ‘SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS ( SRPMK ) STRUKTUR BETON BERTULANG PADA GEDUNG GRAHA SIANTAR TOP SURABAYA’, 2012.
[9] Sondang P Siagan, ‘Pengertian Perencanaan Menurut Para Ahli’. Accessed: Aug. 09, 2023. [Online]. Available: https://www.pustakaindo.co.id/20-pengertian-perencanaan-menurut-para-ahli-lengkap/
[10] P. Simanjuntak, ‘EVALUASI KERUSAKAN BANGUNAN AKIBAT GEMPA DI INDONESIA’.
[11] W. Amrullah, T. Hartono Bagio, and J. Tistogondo, ‘DESAIN PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG 38 LANTAI DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK)’, Media Informasi Teknik Sipil UNIJA, vol. 7, no. 1, 2019.
[12] S. Siddiq, ‘BANGUNAN TAHAN GEMPA BERBASIS STANDAR NASIONAL INDONESIA’.
[13] H. M. Fadilah and E. Walujodjati, ‘Perbandingan Pembebanan Gempa Bangunan Bertingkat Menggunakan Analisis Static Equivalent dan Analisis Dynamic Time History di Kab. Garut’. [Online]. Available: http://jurnal.sttgarut.ac.id/
[14] F. Jaglien, L. Servie, O. Dapas, and S. E. Wallah, ‘PERENCANAAN STRUKTUR BETON BERTULANG GEDUNG KULIAH 5 LANTAI’, Jurnal Sipil Statik, vol. 8, no. 4, pp. 471–482, 2020.