Isi Artikel Utama

Abstrak

Balok beton bertulang sebagai elemen struktur yang berfungsi menahan lentur dan geser dimana parameter utama untuk menentukan kuat lentur dan geser balok beton bertulang meliputi: dimensi penampang, mutu beton, mutu baja tulangan, ukuran baja tulangan dan jumlah baja tulangan yang digunakan. Dalam konstruksi parameter tersebut umumnya memiliki batasan minimum, seperti halnya dengan jarak tulangan dan dimensi penampang kecil. Untuk mendapatkan elemen struktur dengan penampang kecil namun memiliki kekuatan yang besar, dengan jarak tulangan yang kecil karena luas tulangan yang dibutuhkan besar, maka perlu dilakukan penempatan tulangan dengan cara bundel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kuat lentur dan geser balok beton tulangan bundel TP 4Φ6 dan balok beton tulangan tunggal Φ12 yang memiliki proporsi luas penampang tulangan yang sama. Analisis dilakukan dengan metode analisis teoritis dengan data yang diperoleh dari hasil eksperimen terdahulu. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai kuat lentur rata-rata balok tulangan bundel TP 4Φ6 = 8,53 kN.m, dan balok tulangan tunggal Φ12 = 11,31 kN.m. Nilai kuat geser rata-rata balok tulangan bundel TP 4Φ6 = 58,88 kN, dan balok tulangan tunggal Φ12 = 57,92 kN. Dari hasil eksperimen dan analisis diperoleh perbedaan kuat lentur balok tulangan bundel TP 4Φ6 sebesar (6,36%) dan balok tulangan tunggal Φ12 sebesar (48,62%). Sedangkan kuat geser balok tulangan bundel TP 4Φ6 diperoleh hasil yang sama yaitu 58,88 kN dan balok tulangan tunggal Φ12 diperoleh perbedaan sebesar (0,03%).

Kata Kunci

Balok Bundel Kuat Lentur Kuat Geser

Rincian Artikel

Cara Mengutip
[1]
A. L. Nurliana dan E. Walujodjati, “Analisis Kuat Lentur dan Geser Balok Beton dengan Bundel Tulangan”, Jurnal Konstruksi, vol. 22, no. 1, Mei 2024.

Referensi

[1] Badan Standardisasi Nasional, “SNI 2847:2019 Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung,” Badan Standardisasi Nasional Indonesia, no. 8. p. 720, 2019. [Online]. Available: www.bsn.go.id.
[2] M. A. Ilham, “KAPASITAS LENTUR DAN GESER BALOK BETON BERTULANG DENGAN MENGGUNAKAN SCC (FLEXURAL AND SHEAR CAPACITY OF REINFORCED CONCRETE BEAMS UTILIZING SCC),” Teknik Sipil, 2018.
[3] H. Prabowo and M. Hilmy, “Tinjauan Kapasitas dan Detailing Lentur dan Geser Balok Beton Bertulang Konvensional Berdasarkan SNI 2847:2013 dengan Pertimbangan Aspek Kemudahan Praktik di Lapangan dan Acuan Rules Of Thumb Studio Arsitektur.”
[4] E. Walujodjati, “Development length on concrete with bundle bars,” in IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, Institute of Physics Publishing, Dec. 2018. doi: 10.1088/1757-899X/434/1/012197.
[5] R. Siti, R. Purinur, and E. Walujodjati, “Pengujian Kuat Lentur dan Geser Balok Beton dengan Bundel Tulangan.” [Online]. Available: https://jurnal.itg.ac.id/
[6] A. S. Gumilar and E. Walujodjati, “Analisis Lentur Balok Beton Dengan Bundel Tulangan,” Jurnal Konstruksi, vol. 19, no. 1, pp. 303–312, 2022, doi: 10.33364/konstruksi/v.19-1.987.
[7] A. Asroni, Balok dan Pelat Beton Bertulang. Graha Ilmu, 2010.
[8] Badan Standardisasi Nasional, “SNI 2052:2017 Baja tulangan beton.” BSN, Jakarta, 2017.
[9] E. Walujodjati, J. A. Tjondro, S. Permana, and G. J. Johari, “Study of flexural strength on concrete bundled bars beams,” IOP Conf Ser Mater Sci Eng, vol. 1098, no. 2, p. 022062, Mar. 2021, doi: 10.1088/1757-899x/1098/2/022062.
[10] W. Dewobroto, Aplikasi Rekayasa Konstruksi dengan Visual Basic 6.0 (Analisis dan Desain Penampang Beton Bertulang sesuai SNI 03 - 2847 - 2002). PT. Elex Media Komputindo, 2005.
[11] Badan Standardisasi Nasional, “SNI 03-2847-2013 Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung.” Badan Standarisasi Nasional, 2013.
[12] Dimas Arief Wicaksono, Reni Suryanita, and Zulfikar Djauhari, “STUDI EKSPERIMENTAL BALOK BETON BERTULANG DENGAN DAN TANPA SENGKANG,” Sainstek (e-Journal), vol. 7, no. 1, pp. 32–39, 2019, doi: 10.35583/js.v7i1.14.