Isi Artikel Utama

Abstrak

Longsor merupakan bencana yang sering terjadi di Desa Ciherang. Intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan lereng tidak stabil sehingga terjadi longsoran di wilayah jalan Raya Bandung-Garut, Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Daerah tersebut merupakan wilayah pegunungan yang memiliki potensi menengah hingga tinggi akan terjadi gerakan tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kestabilan lereng dengan menggunakan perkuatan dinding penahan tanah. Membangun tembok penahan tanah di kawasan desa Ciherang menawarkan banyak keuntungan. Salah satu tugasnya adalah membuat lahan di dekat pintu masuk jalan raya untuk mencegah rusaknya tanah atau runtuhnya tanah karena pengaruh faktor alam (air dan banjir) atau tekanan yang mempengaruhinya. Mari kita lihat contoh yang terjadi di jalan kota Cherang, kabupaten Nagreg. Jalan yang direkonstruksi kembali rusak dengan cepat. Kerusakan dimulai dari pinggir jalan dan menjalar hingga tengah jalan. Dinding penahan adalah suatu struktur yang dibangun untuk menopang permukaan suatu lereng. Dinding permanen digunakan untuk menahan tekanan lateral dari tanah yang tidak stabil akibat erosi tanah atau kondisi topografi. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi masalah erosi tanah dan mengurangi risiko kerusakan jalan. Perhitungan tegangan tanah menggunakan metode Rankine dan stabilitas terhadap kegagalan daya dukung tanah berdasarkan persamaan Terzaghi berdasarkan parameter karakteristik (c dan Ø). Hasil perencanaan dinding penahan tipe kantilever dengan menggunakan data tanah hasil uji laboratorium dengan tinggi tembok penahan tanah 8 m, lebar alas (L) 4,80 m, stabil terhadap gaya guling 3,2 (aman), dan koefisien keamanan untuk geser 2,24 > 1,20 OK.

Kata Kunci

Kesetabilan Lereng Longsoran Tanah

Rincian Artikel

Cara Mengutip
[1]
D. Yogaswara dan A. D. Komarudin, “Analisa Stabilitas Lereng Dengan Dinding Penahan Tanah: Studi Kasus di Desa Ciherang Kecamatan Nagreg”, Jurnal Konstruksi, vol. 22, no. 1, Mei 2024.

Referensi

[1] R. F. Rinanditya, “Analisis Stabilitas Lereng Dengan Dinding Penahan Tanah Kantilever Menggunakan Plaxis (Studi Kasus Jalan Pitungan-Batas Gunung Kidul),” pp. 1–13, 2016.
[2] Z. Zakaria, “Zufialdi Zakaria,” Anal. Kestabilan Lereng Tanah, p. 42, 2009.
[3] R. R. Pratama, “Analisis stabilitas lereng dengan perkuatan dinding penahan tanah berjenjang tipe concrete cantilever menggunakan program plaxis 8.6,” Progr. Stud. Tek. Sipil, Fak. Tek. Sipil dan Perencanaan, Univ. Islam Indones., 2021.
[4] A. E. Turangan and O. B. A. Sompie, “ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN METODE FELLENIUS ( Studi Kasus : Kawasan Citraland sta . 1000m ),” J. Sipil Statik, vol. 2, no. 1, pp. 140–147, 2014, [Online].
[5] S. A. Saputra, “Dinding Penahan Tanah Kantilever Dan Geotekstil Pada Ruas Jalan Lintas Liwa,” vol. 550, 2017, [Online]. Available: http://digilib.unila.ac.id/25986/2/SKRIPSI TANPA BAB PEMBAHASAN.pdf
[6] N. Amri, D. Dharmawansyah, and H. H. Hermansyah Hermansyah, “Perbandingan Metode Bishop dan Janbu dalam Analisis Stabilitas Lereng pada Oprit Jembatan Labu Sawo Sumbawa,” J. Civ. Eng. Plan., vol. 2, no. 1, pp. 20–33, 2021, doi: 10.37253/jcep.v2i1.4393.
[7] E. Mina, W. Fathonah, and F. D. C. Sari, “Analisis Stabilitas Dinding Penahan Tanah Untuk Perkuatan Tebing Badan Jalan Suradita - Kranggan,” Fondasi J. Tek. Sipil, vol. 8, no. 1, 2019, doi: 10.36055/jft.v8i1.5397.
[8] M. Ramadhani, N. S. Sujandari, and Y. M. Purwana, “ANALISIS STABILITAS LERENG AKIBAT BEBAN GEMPA DENGAN PERKUATAN DINDING PENAHAN TANAH MENGGUNAKAN SOFTWARE GEOSLOPE DI DESA TAMBAKMERANG, GIRIMARTO, WONOGIRI Martha,” matriks Tek. Sipil, pp. 195–201, 2016.
[9] B. A. B. Ii, “Bab ii dasar teori dan studi pustaka 2.1.,” pp. 1–41.
[10] K. D. Priyono and P. Priyono, “Analisis Morfometri dan Morfostruktur Lereng Kejadian Longsor di Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara,” Forum Geogr., vol. 22, no. 1, p. 72, 2008, doi: 10.23917/forgeo.v22i1.4926.
[11] A. Norhadi, M. Fauzi, and M. Y. I. Rukmana, “Penentuan Nilai CBR dan Nilai Penyusutan Tanah Timbunan (Shrinkage Limit) Daerah Barito Kuala,” Poros Tek., vol. 9, no. 1, p. 1, 2018, doi: 10.31961/porosteknik.v9i1.506.
[12] D. Ciherang, K. Nagreg, D. Yogaswara, and T. Alfitriani, “ANALISIS STABILITAS LERENG TERHADAP KELONGSORAN ( STUDI KASUS DI JALAN RAYA BANDUNG-GARUT,” no. x, pp. 369–378.