Isi Artikel Utama

Abstrak

Jumlah sampah yang dibuang masyarakat di Kabupaten Garut mencapai ribuan ton per hari, di sisi lain kapasitas di TPA Pasir Bajing sudah sangat terbatas. Jenis sampah yang beragam termasuk sampah plastik dapat dimanfaatkan dan diolah sehingga memiliki nilai manfaat. Pemerintah Daerah Kabupaten Garut melakukan inovasi dengan penggunaan limbah sampah berupa plastik dijadikan sebagai agregat yang dicampur dengan aspal yang disebut aspal plastik sebagai bahan konstruksi jalan lentur. Hal ini sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan konstruksi jalan di wilayah Kabupaten Garut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis preferensi penyedia jasa baik kontraktor dan konsultan pengawas terhadap penerapan kebijakan penggunaan aspal plastik sebagai bahan konstruksi jalan di Kabupaten Garut. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel terdiri dari 100 orang yang terdiri dari kontraktor dan konsultan pengawas yang terlibat dalam pelaksanaan aspal plastik di Kabupaten Garut. Hasil analisis kualitas produk, kepuasan penggunaan, dan penerapan kebijakan penggunaan aspal plastik sudah baik dan perlu dipertahankan.

Kata Kunci

Aspal Plastik Kepuasan Pengguna Kualitas Produk Preferensi

Rincian Artikel

Cara Mengutip
[1]
D. S. R. E. Karim, H. Herman, I. Farida, A. S. Pratama, dan M. Hermadi, “Preferensi Penyedia Jasa Terhadap Penerapan Kebijakan Penggunaan Aspal Plastik Sebagai Bahan Konstruksi Jalan”, Jurnal Konstruksi, vol. 21, no. 2, hlm. 289-295, Nov 2023.

Referensi

[1] J. Yoder E and M. Witczak, Principles of Pavement Design 2 nd Edition, New York: A Wiley-Interscience Publication, 2018.
[2] R. Krebs and R. Walker, Highway Materials, New York: McGraw-Hill Book Company, 2019.
[3] Y. N. Hayati and I. Farida, "Desain Pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba Pada Proyek Mini Extraction Plant for Asphalt Buton.," Jurnal Konstruksi, pp. 15(1), 31-45, 2017.
[4] P. Utomo, "Perilaku Masyarakat Dalam Membuang Sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak," Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, pp. 4(1), 1–10, 2015.
[5] P. Feri, "TPA Pasirbajing di Garut diperluas untuk mengatasi penumpukan sampah di perkotaan," Antara Jabar, Garut, 2019.
[6] H. D. Brown, Teaching by Principles, an Interactive Approach to Language Pedagogy, New York: Longman Inc., 2017.
[7] S. Sukirman, Perkerasan Lentur Jalan Raya, Bandung: Nova, 2017.
[8] Y. D. Asrar, "Karakteristik Aspal Dengan Bahan Tambah Plastik dan Kinerjanya Dalam Campuran HRA," Departemen Civil and Engineering, Bina Marga, Medan, 2017.
[9] I. Mujiarto, "Sifat dan Karakteristik material plastik dan bahan aditif," JTraksi, vol. Vol. 3 No.2, pp. PP 11-17, 2015.
[10] T. Suroso, "Pengaruh Penambahan Plastik LDPE ( Low Density Poly Ethilen ) Cara Basah dan Cara Kering Terhadap Kinerja Campuran Beraspal," Pusat Penelitian Dan Pengembangan Jalan dan Jembatan, Bandung, 2018.
[11] A. Anwar, Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan., Jakarta : Sumber Wijaya, 2019.
[12] E. W. Winarni, Teori dan praktik penelitian kuantitatif, kualitatif, PTK, R & D., Jakarta: Bumi Aksara, 2021.
[13] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2017.
[14] sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Bandung: Alfabeta, 2021.
[15] M. A. Zakariah, V. Afriani and K. M. Zakariah, Metodologi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Action Research, Research And Development (R&D), Kolaka: Yayasan Pondok Pesantren Al Mawaddah Warrahmah Kolaka, 2020.
[16] I. Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program IBM SPSS, Semarang: Penerbit Universitas Diponegoro, 2015.
[17] V. A. Zeithaml, Service Quality Dimensions Services Marketing Integrating Customer Focus Across the Firm (7th ed.), New York: MC Graw Hil Education, 2018.