Isi Artikel Utama

Abstrak

Dalam dekade terakhir, terjadi peningkatan tanah longsor dan keruntuhan lereng yang signifikan. Guna menjawab permasalahan tersebut, stabilisasi lereng menggunakan metode geo-struktur menjadi sebuah kebutuhan. Seiring dengan perkembangan metode geo-struktur, metode soil bioengineering menjadi alternatif dalam stabilisasi lereng, baik untuk lereng alami maupun lereng buatan. Soil bioengineering sendiri merupakan metode ramah lingkungan untuk stabilisasi dan perkuatan pada lahan miring (lereng) melalui penanaman vegetasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan antara metode geo-struktur (menggunakan soil nailing dan perkuatan tiang) dan metode soil bioengineering (menggunakan vetiver grass dan switchgrass) dalam stabilisasi lereng. Analisis stabilitas lereng dilakukan dengan menggunakan metode elemen hingga dan mempertimbangkan nilai faktor keamanan (SF). Jika dibandingkan dengan metode geo-struktur, metode soil bioengineering ternyata mampu menandingi sebagai metode stabilisasi lereng pada tiga kondisi tanah yang berbeda, yaitu kondisi tanpa air, kondisi jenuh, dan kondisi tidak jenuh. Metode soil nailing menghasilkan pengaruh paling besar dalam peningkatan stabilitas lereng (SF = 1.384 – 3.096), sedangkan yang berpengaruh paling kecil adalah metode perkuatan tiang (SF = 1.045 – 2.236). Metode soil bioengineering dengan menggunakan switchgrass (SF = 1.060 – 2.322) dan vetiver grass (SF = 1.090 – 2.449), berada pada tingkat menengah di antara metode soil nailing dan perkuatan tiang. Bisa dikatakan bahwa metode soil bioengineering cukup setara dengan metode perkuatan tiang dalam meningkatkan nilai SF meskipun masih jauh di bawah metode soil nailing. Dengan demikian, metode soil bioengineering terbukti dapat menggantikan metode geo-struktur dalam meningkatkan stabilitas lereng.

Kata Kunci

Metode elemen hingga Perkuatan tiang Soil bioengineering Soil nailing Stabilitas Lereng

Rincian Artikel

Cara Mengutip
[1]
F. Adriati, D. S. Irawan, dan E. J. Mihardja, “Soil Bioengineering: Metode Alternatif Peningkatan Stabilitas Tanah”, Jurnal Konstruksi, vol. 22, no. 2, hlm. 63–75, Nov 2024.

References

Read More