Isi Artikel Utama

Abstrak

Sungai merupakan tempat berkumpulnya air yang mengalir menuju tempat yang lebih rendah, keberadaan aliran sungai tentunya berguna untuk pemanfaatan kepentingan manusia karena air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan manusia contohnya untuk pertanian. Maka perlu adanya usaha pengendalian pemanfaatan air untuk memaksimalkan secara optimal ketersediaan air dan kebutuhan air dengan cara irigasi dan pembangunan bendung yang berguna untuk menaikan tinggi muka air sungai sehingga debit air bisa masuk ke saluran irigasi. Penelitian ini untuk mengetahui kondisi surplus dan defisit air dari hasil neraca air. Lokasi penelitian di Bendung Copong Garut untuk irigasi Daerah Irigasi Leuwigoong dengan areal seluas 5.313 ha debit andalan sungai sebesar 33.34 m3/det dengan menggunakan metode FJ Mock, evapotranspirasi terbesar pada bulan September 5,09 mm/hari dengan menggunakan metode Penman Modifikasi. Pola tanam menggunakan Padi-Padi-Palawija dengan kebutuhan air bersih disawah sebesar 0,451 l/det/ha, debit di pintu pemngambilan air sebesar 9,30 m3/det dan kebutuhan air selama penyiapan lahan menggunakan metode Van de Goor dan Zijlstra (1968). Hasil penelitian ini menunjukan kondisi neraca air ketersediaan air di Bendung Copong dan kebutuhan air di Daerah Irigasi Leuwigoong pada bulan September mengalami defisit air dengan kebutuhan air sebesar 6,59 m3/det dan ketersediaan air sebesar 5,59 m3/det.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
[1]
A. R. Pratama dan S. Permana, “Analisis Kebutuhan Air di Daerah Irigasi Leuwigoong Kabupaten Garut”, Jurnal Konstruksi, vol. 17, no. 1, hlm. 46–56, Jun 2020.

References

Read More