Isi Artikel Utama

Abstrak

Seiring berjalannya waktu di Garut Kota sering terjadi kemacetan lalu lintas. Salah satu titik kemacetan yang ada di Garut terjadi di Bundaran Simpang Lima yaitu pada ruas Jl. Otto Iskandardinata, Jl. Terusan Pembangunan, Jl. Cimanuk, Jl. Pembangunan dan Jl. Patriot. Tujuan penelitian dari ini untk menganalisis knerja bundaran, mengetahui volume lalu lintas tertinggi serta memberikan solusi terhadap kemacetan di Bundaran Simpang Lima Garut. Pengumpulan data dilakukan dengn survei langsung lapangan pada ke 5 pendekat selama 3 minggu per 3 hari pada pukul 06.OO WIB ”“ 18.OO WIB. Analisis kinerja bundaran dilakukan dengan metode pendekatan kuantitatif merujuk pada MKJI (1997) dan PKJI (2014). Hasil kinerja bundaran pada Bundaran Simpang Lima memiliki nilai kapasitas jalinan terbesar sebesar 124990 smp/jam yaitu pada jalinan CD (Jl. Cimanuk), nilai tundaan rata-rata bundaran sebesar 5,5 det/smp, sedangkan untuk derajat kejenuhan terbesar yaitu pada jalinan DE (Jl. Pembangunan) di Bundaran Simpang Lima sebesar 0,77 dimana pengemudi memiliki keterbatasan untuk memilih kecepatan, pindahl ajur dan mendahului. Volume tertinggi yaitu pada jalinan AB (Jl. Otista) sebesar 17687 smp/jam. Dalam mengatasi kemacetan di Bundaran Simpang Lima pemerintah daerah harus tetap siaga untuk mempersiapkan melakukan manajemen lalu lintas pada jalinan yang sudah mulai mengalami kepadatan lalu lintas seperti pelebaran jalan dan hambatan samping (menyediakan tempat parkir khusus) agar tidak terjadi kepadatan lalu lintas di bahu jalan yang memang menyebabkan terjadinya kemacetan.

Kata Kunci

Bundaran Simpang Lima Garut Derajat Kejenuhan Kapasitas Kinerja Bundaran Tundaan Rata-Rata Bundaran Simpang Lima Garut Derajat Kejenuhan Kapasitas Kinerja Bundaran Tundaan Rata-Rata

Rincian Artikel

Cara Mengutip
[1]
F. Safaria, I. Farida, dan N. Rahman, “Kinerja Simpang dan Upaya Penanganan Pada Bundaran Simpang Lima di Kabupaten Garut”, Jurnal Konstruksi, vol. 19, no. 1, hlm. 70–79, Nov 2021.

References

Read More