Main Article Content

Abstract

Pesatnya aktivitas manusia di perkotaan berdampak positif bagi perkembangan ekonomi. Namun di sisi lain, karena pembangunan tidak memperhatikan daya dukung lingkungan, maka dapat menimbulkan permasalahan lingkungan. Permasalahan yang muncul adalah banjir, genangan air dan penurunan air tanah. Kolam retensi adalah bak mandi atau kolam renang yang dapat menampung atau menyerap air sementara yang terdapat di dalamnya. Pada pnelitian ini mengetahui bagaimana dampak pembangunan kolam retensi terhadap komponen lingkungan fisik. Mengevaluasi upaya penanggulangan dampak pembangunan kolam retensi. Berdasarkan hasil pembahasan dampak lingkungan fisik yang dapat diidentifikasi pada pembangunan kolam retensi Cieunteung adalah gangguan lalu lintas, kebisingan, kualitas udara, penurunan kualitas air permukaan, pembebasan lahan. Dampak tersebut di sebabkan oleh aktivitas prakonstruksi, konstruksi, dan operasional pada pembangunan kolam retensi. Dalam proses pengangkutan bahan material harus ditutup rapat-rapat dengan terpal supaya tidak menimbulkan ceceran material, memperhatikan pembatasan atau pemberhentian pekerjaan kegiatan konstruksi khususnya pada jam-jam tidur atau waktu istirahat masyarakat pada (Pukul 21.30 WIB - 06.00 WIB).

Keywords

Banjir Genangan Air Kolam Retensi Lingkungan

Article Details

How to Cite
[1]
I. Maulani and A. Susetyaningsih, “Analisis Dampak Lingkungan Kolam Retensi Cieunteung di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung”, Jurnal Konstruksi, vol. 20, no. 1, pp. 8-17, May 2022.

References

[1] A. P. Soares, 済無No Title No Title, vol. 53, no. 9. 2013.
[2] K. G. Utara, ‘1) , 2) , 3)’.
[3] Florince, N. Arifaini, and I. Adha, ‘Studi Kolam Retensi sebagai Upaya Pengendalian Banjir Sungai Way Simpur Kelurahan Palapa Kecamatan Tanjung Karang Pusat’, Jrsdd, vol. 3, no. 3, pp. 507–520, 2015.
[4] E. Harmani and M. Soemantoro, ‘Kolam Retensi Sebagai Alternatif Pengendali Banjir’, pp. 71–80, 2017.
[5] F. H.-J. of R. and C. Planning and undefined 2014, ‘Persepsi Masyarakat Kampung Cieunteung, Kabupaten Bandung tentang Rencana Relokasi Akibat Bencana Banjir (Cieunteung Village Community Perception on’, Journals.Itb.Ac.Id, vol. 25, no. 1, pp. 37–57, 2014, [Online]. Available: http://journals.itb.ac.id/index.php/jpwk/article/view/1278/0.
[6] Kementrian pekerjaan umum dan perumahan, ‘Diklat teknis PERENCANAAN SISTEM POLDER DAN KOLAM RETENSI KEMEN’.
[7] D. Astuti and I. Suprayogi, ‘Analysis of Retention Ponds as Inundation Flood Control in Payung Sekaki District’, J. Online Student Riau Univ., vol. 3, no. 1, pp. 1–14, 2015.
[8] Y. S. Setiadi, W. Suharto, and D. S. Budiningrum, ‘Perhitungan Volume Kolam Retensi Muktiharjo Kidul Semarang Berdasarkan Data Curah Hujan Harian Maksimum Kawasan Kali Tenggang’, Teknika, vol. 9, no. 2, p. 58, 2014, doi: 10.26623/teknika.v9i2.758.
[9] H. Novianto, ‘Analisis Dampak Lingkungan Aspek Sosial pada Tahap Prakonstruksi Waduk Tukul Desa Karang Gedhe Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan’, pp. 37–47, 2015.
[10] Yohanes Sandy Setiadi, W. S. (2015). Perhitungan Volume Kolam Retensi Muktiharjo Kidul Semarang berdasarkan Data Curah hujan harian Maksium kawasan kali Tenggang.
[11] (BBWS), B. B. (2015). Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) . Bandung: BBWS Citarum.
[12] indonesia, M. L. (2019). Jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup. Jakarta: Mentari Lingkungan hidup dan kehutanan republik indonesia.
[13] Rupaka, G. (2012). Kolam Retensi. yogyakarta.
[14] Novianto, H. (2018). Analisis Dampak Lingkungan Aspek Sosial Pada Tahap Prakontruksi Waduk Tukul. Karang Gedhe: Novianto, Herta.