Isi Artikel Utama

Abstrak

Mortar merupakan material pelengkap bangunan untuk merekatkan pekerjaan pasangan batu bata, batako dan plesteran. Bahan pengikat mortar wajib memiliki kekentalan standar dalam memastikan strength dan dapat menahan gaya tekan akibat beban yang bekerja. Metode yang dipakai yaitu metode eksperimental, untuk bahan yaitu semen, air, dan pasir dengan perbandingan 1pc:2psr, 1pc:4psr dan 1pc:6psr. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh mortar terhadap kombinasi pasir Ladot dibandingkan pasir Kuyamut serta pengaruh terhadap kuat  tekan umur 3 dan 28 hari. Berdasarkan hasil kuat tekan umur 28 hari yaitu 1pc : 2psr pasir Ladot 18,67 MPa dan pasir Kuyamut 22 MPa, persentase perbandingan 17,86%, 1pc:4psr pasir Ladot 16,67 MPa dan pasir Kuyamut 20,67 MPa, persentase perbandingan 24,00%, 1pc:6psr pasir Ladot 14,67 MPa dan pasir Kuyamut 17,33 MPa, persentase perbandingan 18,18%. Pengaruh mortar terhadap perbandingan umur 3 dan 28 hari mengalami kenaikan yang signifikan yaitu 1pc:2psr 100,00%, 1pc:4psr 150,00%, 1pc:6psr 214,00%. Berdasarkan hasil penelitian maka layak untuk dipergunakan.

Kata Kunci

Kuat Tekan Mortar Pasir Kuyamut Pasir Ladot

Rincian Artikel

Referensi

[1] SNI 03-6825-2002, “Sni 03-6825-2002,” Standar Nas. Indones. Metod. Penguji. kekuatan tekan mortar semen Portl. untuk Pekerj. sipil, 2002.
[2] T. Mulyono, Teknologi Beton. Yogyakarta: Andi Offset, 2005.
[3] Dian Yunita Simanullang, “Kajian Kuat Tekan Mortar Menggunakan Pasir Sungai Dan Pasir Apung Dengan Bahan Tambah FLY ASH Dan Conplast Dengan Perawatan (Curing),” vol. 148, pp. 148–162.
[4] S. Zuraidah and B. Hastono, “Pengaruh Variasi Komposisi Campuran Mortar Terhadap Kuat Tekan,” Ge-STRAM J. Perenc. dan Rekayasa Sipil, vol. 1, no. 1, p. 8, 2018, doi: 10.25139/jprs.v1i1.801.
[5] R. Indah Purwatiningsih, “Program studi teknik informatika fakultas teknik universitas bengkulu 2014,” pp. 1–14, 2014.
[6] Badan Standardisasi Nasional, “Spesifikasi Mortar untuk Pekerjaan Pasangan. SNI 03-6882-2002,” Badan Stand. Nas., vol. 9, no. 2, pp. 1–10, 2002, [Online]. Available: www.tekmira.esdm.go.id/kp/informasiPertam.
[7] Badan Standarisasi Nasional, “SNI 15:3758:2004 Semen Masonry,” Jakarta Badan Stand. Indones., 2004.
[8] W. Pratama Fadjrie, Pengaruh Pemanfaatan Material Pyrophyllite Sebagai Pengganti Semen Terhadap Absorbsi Dan Kuat Tekan Mortar. Malang: Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang, 2019.
[9] M. Nuridho, Pengaruh Limbah Plastik Sebagai Bahan Pengganti Sebagian Pasir Terhadap Densitas Dan Kuat Tekan Mortar Pada Pembuatan Beton Busa. Malang: Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang, 2017.
[10] SNI 1973:2016, “Metode Uji Densitas, Volume Produksi Campuran dan Kadar Udara (Gravimetrik) Beton,” Badan Stand. Nas., 2016.
[11] S. N. Indonesia and B. S. Nasional, “Bata beton untuk pasangan dinding,” Bsn, vol. ICS 91.100, no. 1, pp. 1–6, 1989.
[12] A. P. Sihombing, Y. Afrizal, and A. Gunawan, “Pengaruh Penambahan Arang Batok Kelapa Terhadap Kuat Tekan Mortar,” Inersia, J. Tek. Sipil, vol. 10, no. 1, pp. 31–38, 2019, doi: 10.33369/ijts.10.1.31-38.
[13] J. Endawati, Pengujian Bahan Perekat Hidrolis Uji Berat Semen Portland. Bandung: Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung, 2012.
[14] I. Maskur, “Perancangan Campuran Flow Mortar Untuk Pembuatan Self Compacting Concrete Dengan Fas 0.5,” Din. Rekayasa, vol. 13, no. 2, p. 89, 2017, doi: 10.20884/1.dr.2017.13.2.183.