Isi Artikel Utama

Abstrak

Simpang tiga Jalan Otista-Jalan Raya Samarang Garut merupakan jalan dengan lingkungan komersial di Kota Garut, sehingga volume kendaraan yang melewati persimpangan tersebut cukup padat terutama pada lengan barat. Pada persimpangan tersebut telah terpasang APILL maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh simpang bersinyal di Jl. Otista – Jl. Raya Samarang Garut. Data dari penelitian ini diperoleh dari observasi lapangan, pengolahan data menggunakan PKJI 2014 dan Software Simulasi Lalu Lintas Vissim. Hasil penelitian didapat Dj tertinggi senilai 0,858 hari Senin siang pada lengan Barat dan terendah  hari Minggu pagi dengan nilai 0,701 di lengan Selatan. Dengan nilai tundaan rata-rata tertinggi senilai 29,55 det/skr hari Senin di lengan Selatan, dan nilai tundaan rata-rata terendah hari Minggu di lengan Barat senilai 19,37 det/skr, dengan nilai ITP berdasarkan tundaan rata-rata simpang adalah C, dimana arus lalu lintas hampir tidak stabil. Untuk meningkatkan kinerja lalu lintas, diberikan alternatif yakni memodifikasi APILL yang  mampu menurunkan nilai panjang antrian sebesar 19% dan tundaan 59% dari sebelumnya. 

Kata Kunci

Kinerja Simpang Simpang Bersinyal Software Vissim Tundaan

Rincian Artikel

Referensi

[1] A. M. Dyanti, “Minat Masyarakat Terhadap Moda Transportasi Trans Sidoarjo,” p. 1, 2016.
[2] G. M. Irfana, N. Hidayati, and S. Sunarjono, “PENGARUH SUKARELAWAN PENGATUR LALU LINTAS TERHADAP KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL GANESHA SURAKARTA,” J. Transp., 2019, doi: 10.26593/jt.v19i2.3470.133-142.
[3] C. J. K. K. B. Lall, Dasar Dasar Rekayasa Transportasi, 3rd ed. Bandung: Erlangga, 2003.
[4] K. Abadi, “EVALUASI KINERJA JARINGAN JALAN PANGERAN TRUNOJOYO KOTA PAMEKASAN,” J. Media Tek. Sipil, 2018, doi: 10.22219/jmts.v16i1.5752.
[5] B. A. Illahi and A. Maulana, “Analisis Pengaruh Lajur Khusus Sepeda Motor Terhadap Kinerja Simpang Jalan PH.H.Mustafa – Jalan Cimuncang,” J. Rekayasa Hijau, 2019, doi: 10.26760/jrh.v3i2.3145.
[6] A. Subandi, “Kajian Kapasitas Persimpangan Bersinyal Untuk Melayani Manuver Kendaraan Berat (Hv) Terhadap Waktu Pada Persimpangan Wesel Kota Subang,” MESA (Teknik Mesin, Tek. Elektro, Tek. Sipil, Arsitektur), 2019.
[7] Manual Kapaasitas Jalan Indonesia 1997. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum, 1997.
[8] Panduan Kapasitas Jalan Indonesia 2014. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum, 2014.
[9] A. K. Muhammad Syaikhu, Esti Widodo, “Analisa Kapasitas dan Tingkat Kinerja Simpang Bersinyal (Studi Kasus Simpang Tiga Purwosari Kabupaten Pasuruan),” pp. 1–12, 2019.
[10] I. N. P. B. P. S. I Nyoman Widana Negara1, I Nyoman Karnata Mataram1, “Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal (Studi Kasus Jalan Raya Tuban–Jalan Satria–Jalan Raya Kuta),” vol. 3, no. 2, pp. 58–66, 2019.
[11] I. M. P. Idrak Mamu, Yuliyanti Kadir, “Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal Jalan J. A. Katili-Jalan Tondano-Jalan Madura Dengan Metode PKJI,” vol. 1, no. 1, pp. 9–16, 2021.
[12] R. . Aryandi and A. Munawar, “Penggunaan Software VISSIM untuk Analisis Simpang Bersinyal,” 17th FSTPT Int. Symp., vol. 17, pp. 338–347, 2014.