Main Article Content

Abstract

Manusia akan selalu mengalami perubahan dan berkembang. Hal tersebut adalah niscaya, sebab manusia selalu berinovasi disebabkan akal dan kepandaian untuk mengelola suatu hal menjadi lebih mutakhir. Manusia selalu berusaha menciptakan karya inovasi untuk mampu membantu pekerjaannya bahkan mencoba untuk membuat sebuah teknologi yang mampu menggantikannya dalam berfikir. Hal ini dimulai dari berkembangkan Artificial Intelligence (AI) dan memungkinkan menuju suatu istilah yang disebut dengan singularitas. Manusia bisa memasuki era singularitas dimana kecerdasan Al justru melampaui manusia. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengkaji Al serta singularitas adalah kekeliruan ataukah sebuah tantangan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, maka data primer yang didapatkan dilakukan dengan pendekatan kepustakaan. Adapun hasil studi ini, bahwa sesungguhnya kecanggihan teknologi tidak bisa ditahan adanya, sehingga singularitas memang menjadi sebuah tantangan. Tantangan itu semakin nyata apabila tetap mempertahankan manusia sebagai entitas yang tidak akan bisa digantikan oleh Al yang sedemikian mutakhirnya.

Keywords

Artificial Intelligence Filsafat Science Singularitas

Article Details

How to Cite
[1]
D. Tresnawati, Y. Guno, I. P. Satwika, A. S. Prihatmanto, and D. Mahayana, “Artificial Intelligence serta Singularitas Suatu Kekeliruan atau Tantangan”, Jurnal Algoritma, vol. 19, no. 1, pp. 181-188, May 2022.

References

[1] M. Ngafifi, “KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN POLA HIDUP MANUSIA DALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA,” J. Pembang. Pendidik. Fondasi dan Apl., vol. 2, no. 1, pp. 33–47, Jun. 2014, doi: 10.21831/jppfa.v2i1.2616.
[2] M. Dahria, “Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence),” J. Sist. Inf. Dan Teknol. Inf., vol. 1, no. 5, p. 2, 2018.
[3] M. Shanahan, The Technological Singularity. London: The MIT Press, 2015.
[4] V. Vinge, “The coming technological singularity: How to survive in a post-human era,” in Science Fiction Criticism, Bloomsbury Academic, 2017.
[5] A. H. Eden, Singularity Hypotheses. Berlin, Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg, 2012.
[6] K. Tuuri and O. Koskela, “Understanding Human–Technology Relations Within Technologization and Appification of Musicality,” Front. Psychol., vol. 11, p. 416, Apr. 2020, doi: 10.3389/fpsyg.2020.00416.
[7] Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan . Bandung: CV. Pustaka Setia, 2011.
[8] L. J. Moleong and T. Surjaman, Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004.
[9] A. Braga and R. K. Logan, “AI and the singularity: A fallacy or a great opportunity?,” Inf., vol. 10, no. 2, 2019, doi: 10.3390/INFO10020073.
[10] G. D. Snooks, “Is Singularity a Scientific Concept or the Construct of Metaphysical Historicism? Implications for Big History,” in World-Systems Evolution and Global Futures, Springer Science and Business Media B.V., 2020, pp. 225–263.
[11] M. Pigliucci, “Singularity As Pseudoscience,” Skept. Inq., vol. 36, no. 6, Dec. 2012.
[12] W. Budiharto, “Begini Cara Robot AI Bantu Ikut Perangi Wabah Corona,” CNBC Indonesia, 2020. .
[13] E. N. Sihombing and M. Y. Adi Syaputra, “Implementasi Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Pembentukan Peraturan Daerah,” J. Ilm. Kebijak. Huk., vol. 14, no. 3, p. 419, Nov. 2020, doi: 10.30641/kebijakan.2020.V14.419-434.
[14] A. Savitri, Revolusi industri 4.0 : mengubah tantangan menjadi peluang di era disrupsi 4.0. Yogyakarta: Penerbit Genesis, 2019.
[15] S. Miller, “Artificial Intelligence And Its Impact On Legal Technology (Part II),” Above The Law, 2017. .
[16] Q. D. Kusumawardani, “Hukum Progresif Dan Perkembangan Teknologi Kecerdasan Buatan,” Verit. Justitia, vol. 5, no. 1, pp. 166–190, Jun. 2019.
[17] R. Cellan-Jones, “Stephen Hawking warns artificial intelligence could end mankind - BBC News,” BBC News, Dec. 2014. .
[18] R. Kurzweil, The Singularity is Near. London: Penguin Books, 2005.
[19] I. J. Good, “Speculations Concerning the First Ultraintelligent Machine,” Adv. Comput., vol. 6, pp. 31–88, 1966, doi: 10.1016/S0065-2458(08)60418-0.
[20] Komarudin, “Falsifikasi Karl Popper dan Kemungkinan Penerapannya dalam Keilmuan Islam,” J. At-Taqaddum, vol. 6, no. 2, pp. 444–465, 2014.
[21] M. Muslih, “Pengaruh Budaya dan Agama Terhadap Sains Sebuah Survey Kritis,” J. Tsaqafah, vol. 6, no. 2, 2011.