Isi Artikel Utama

Abstrak

Beton porous merupakan salah satu inovasi teknologi beton berkelanjutan tanpa agregat halus dengan porositas tinggi. Beton porous ini dapat digunakan pada perkerasan jalan untuk menanggulangi air run-off, serta dapat diaplikasikan sebagai dinding penahan tanah yang berfungsi untuk meminimalisir tekanan air tanah. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji secara eksperimental sifat mekanis terhadap Kuat Tekan , Kuat Tarik  dan permeabilitas beton porous dengan berbagai variasi faktor air semen. Agregat kasar yang digunakan batu pecah Cilopang berukuran 19 mm, 12.5 mm, 9.5 mm dan menggunakan bahan tambah supperlastisizer. Sample yang digunakan untuk pengujian kuat tekan dan kuat Tarik belah berbentuk silider berukuran 15 x 30 cm. Berdasarkan hasil pengujian menurut ACI 522R-10 hasil pengujian beton porous bahwa beton porous normal dengan menggunakan bahan tambah supperplastisizer nilai kuat tekan dan kuat tarik belah mengalami perubahan kenaikan nilai dari beton normal.

Kata Kunci

Beton Porous Kuat Tekan Kuat Tarik Belah Superplasticizier

Rincian Artikel

Cara Mengutip
[1]
D. Andriansyah dan E. Walujodjati, “Pengaruh Bahan Tambah Superplasticizer pada Beton Porous Terhadap Kuat Tekan, Tarik Belah dan Permeabilitas”, Jurnal Konstruksi, vol. 21, no. 2, hlm. 207-216, Okt 2023.

Referensi

[1] R. Saputra, R. H.-C. J. T. Sipil, and undefined 2017, “Pengaruh Air PDAM, Laut, Comberan Pada Proses Curing Terhadap Kuat Tekan Beton Fc 14, 53 Mpa,” jurnalteknik.unisla.ac.id, vol. 2, no. 2, 2017, Accessed: Jun. 10, 2023. [Online]. Available: http://jurnalteknik.unisla.ac.id/index.php/CVL/article/view/78
[2] T. Mulyono, Teknologi Beton. Yogyakarta: ANDI, 2005.
[3] P. N. Aini, R. Roestaman, and E. Walujodjati, “Pengaruh Penggunaan Serbuk Kayu Sebagai Bahan Substitusi Agregat Halus dalam Campuran Beton dengan Bahan Tambah Superplasticizer,” J. Konstr., vol. 19, no. 1, pp. 169–178, 2021, doi: 10.33364/konstruksi/v.19-1.902.
[4] Badan Standardisasi Nasional, “SNI No. 1973:2008 Cara uji berat isi, volume produksi campuran dan kadar udara beton.” 2008.
[5] S. 1974-2011, “SNI 1974-2011 Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder,” Badan Stand. Nas. Indones., p. 20, 2011.
[6] SNI 2493-2011, “Tata Cara Pembuatan dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium,” Badan Standar Nasional Indonesia. Badan Standarisasi Nasional, p. 23, 2011. [Online]. Available: www.bsn.go.id
[7] Badan Standardisasi Nasional, “SNI ASTM C136:2012. Metode uji untuk analisis saringan agregat halus dan agregat kasar,” Badan Stand. Nas., pp. 1–24, 2012.
[8] SNI 1970-2008, “Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus,” Badan Standar Nas. Indones., pp. 7–18, 2008.
[9] SNI 03-4804-1998, “Metode Pengujian Bobot Isi dan Rongga Udara dalam Agregat,” Badan Stand. Nas. Indones., pp. 1–6, 1998.
[10] Departemen Pekerjaan Umum, “Cara Uji Keausan Agregat Dengan Mesin Abrasi Los Angeles, SNI 2417:2008,” Standar Nas. Indones., 2008.
[11] SNI 03-1971-1990, “Metode Pengujian Kadar Air Agregat,” Badan Standarisasi Nas., vol. 27, no. 5, p. 6889, 1990.
[12] M. Ubaidillah and E. Walujodjati, “Eksperimen Uji Lentur Balok Beton dengan Bundel Tulangan,” jurnal.itg.ac.id, 2022, Accessed: Oct. 11, 2022. [Online]. Available: https://jurnal.itg.ac.id/index.php/konstruksi/article/view/1061
[13] american concrete Institute, “ACI 522R-10 Report on pervious concrete.” aci, 2011. [Online]. Available: www.concrete.org
[14] A. Nurdin, A. Manaf, and I. Ridhayani, “Pengaruh Abu Cangkang Sawit Sebagai Pengganti Semen Pada Beton Berpori,” BANDAR J. Civ. Eng., vol. 5, no. 1, pp. 17–26, May 2023, doi: 10.31605/BJCE.V5I1.2518.